Sastra (Sanskerta: शास्त्र, shastra) merupakan kata serapan dari bahasa
Sanskerta śāstra, yang berarti "teks yang mengandung instruksi" atau
"pedoman", dari kata dasar śās- yang berarti "instruksi" atau "ajaran".
Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada
"kesusastraan" atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau
keindahan tertentu. Tetapi kata "sastra" bisa pula merujuk kepada semua
jenis tulisan, apakah ini indah atau tidak.
Selain itu dalam arti kesusastraan, sastra bisa dibagi menjadi sastra
tertulis atau sastra lisan (sastra oral). Di sini sastra tidak banyak
berhubungan dengan tulisan, tetapi dengan bahasa yang dijadikan wahana
untuk mengekspresikan pengalaman atau pemikiran tertentu.
Jika kita perhatikan, karya sastra pada
masing-masing periode atau angkatan mempunyai karakter yang berbeda-beda. Karakter
tersebut dipengaruhi oleh banyak hal, antra lain adat istiadat, kepercayaan,
keadaan masyarakat, pemerintahan, pendidikan, hukum/norma, kebudayaan, bahasa,
dan pengaruh masyarakat lain. Secara ringkas, karakteristik karya sastra Melayu
Klasik sebagai berikut:
- Bentuk:
puisi terikat: Pantun, syair, mantra, bidal, seloka, gurindam
-
Prosa: dongeng, tambo, hikayat, cerita panji,
kaba, legenda
-
Bahasa:
arab Melayu, Melayu tradisional, daerah
-
Tema:
kaku, istanasentris, adat istiadat, mistis
-
Dipengaruhi:
Kehidupan tradisi, kesetiaan terhadap adat istiadat, kebudayaan daerah, sastra Hindu dan Islam
-
Sifat
masyarakat: statis, perubahan sangat lambat
- Sifat
kaya sastra: statis, baik bentuk maupun temanya
- Sifat
isi: khayal atau fantasi
- Pengarang:
anonym, tak dikenal
-
Penyajian:
lisan dan tertulis, tetapi sebagian besar secara lisan
- Gaya:
menggunakan bahasa klise
- Isi/amanat/pesan:
pendidikan, pelipur lara, kepahlawannan, mite, legenda
-
Tokoh:
manusia, tumbuhan, binatang